Thursday, November 1, 2012

Untitled 2

0 comments

Rinduku seperti SA node yang mati
Inginku lanjut hingga ke purkinje
Tapi trombus2 menyanderaku
Plak ini menyebalkan sekali
Perfusiku tak lagi lancar
Koronerku macet
Mampet
Siapa kamu?
Kutak lgi mengenalmu
Rindu ini terlanjur terjerembab di tanah hampa
Jantungku berdenyut
Tapi tak seperti kemarin..

Sunday, October 14, 2012

Kala

2 comments

Ada kala ketika kita sedang merasa kosong..
Hening..
Hampa..
Hingga setiap helaan nafas pun menjadi nada..

Ada kala ketika kita sedang berbahagia..
Bahkan langit pun terasa sangat membara..

Ada kala kita jengah..
Hingga suhu terasa sangat menjemukan..

Ada kala ketika kita meragu..
Hanya senyum simpul yang menyamarkan..

Ada kala ketika kita kehilangan arah hidup..
Berhenti sejenak,,
Menentukan langkah dan melangkah lagi..

Ada kalanya diam begitu menentramkan,,
Ketika dunia bergejolak dengan hebohnya..

Ada kala kita harus berhenti..
Ketika dunia sudah tak sudi untuk bergerak..

Ada kalanya kita harus bangkit,,
Ketika dunia menginginkanmu dan dirimu merasa bahwa engkau begitu berharga..

Saturday, October 13, 2012

Choose!

0 comments

Sungguh saya tidak mengerti. Pun juga tidak ingin ikut campur. Mungkin hanya ingin mengutarakan pendapat.

Entahlah apapun itu bentuknya.

Setiap dari kita mempunyai pilihan. Bahkan untuk tidak memilih opsi yang ada pun juga dikategorikan "memilih".

Mungkin bisa saja kita mendengarkan apa pendapat orang lain. Ingat, pendapat! Gosip? Apa itu gosip? Gosip menurut saya adalah berita sambung menyambung seperti kepulauan Indonesia. Kita tidak pernah tahu, apakah gosip tersebut merupakan fakta atau bagaimana. Yang perlu kita perhatikan adalah dalam suatu gosip tersebut berapakah prosentase FAKTA yang ada? Saya tidak yakin, tapi saya rasa pasti ada bumbu dan trik di dalam gosip itu sendiri.

Pertanyaannya adalah, mana yang akan anda pilih. Memilih mendengarkan gosip atau mendengarkan suara hati?

Tapi hati-hati dengan suara hati. Benarkah yang anda dengarkan adalah suara hati yang murni? Tidak terkontaminasi dengan segala percikan emosi, segumpal logika dan secuil hasrat?

Hati-hati menjaga hati :)