Friday, December 31, 2010

ENEAGRAM -- part 1

0 comments
Baiklah, hari ini saya akan sedikit membedah buku eneagram dengan sang penulis adalah Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Buku yang aslinya diterbitkan tahun 1994 ini, akhirnya dicetak di Indonesia pada akhir 2005 dan berhasil memasuki cetakan ke-8 pada November 2008. Sungguh buku yang cukup fantastis saya kira, karena tidak semua buku bisa sesukses buku ini.




 
apakah ENEAGRAM itu?
 





Eneagram adalah studi tentang sembilan tipe dasar manusia. Studi ini memberi penjelasan mengapa perilaku kita seperti ini dan memberi pengarahan tertentu bagi pertumbuhan seseorang. Juga, eneagram merupakan sarana penting untuk mengembangkan hubungan dengan keluarga, teman dan mitra kerja.

Cikal bakal eneagram telah ada sejak ratusan tahun lalu, Asal persisnya tidak diketahui, namun ia diyakini telah diajarkan secara lisan dalam kelompok Sufi rahasia di Timur Tengah. Guru mistis Rusia, G.I. Gurdjieff lalu mengenalkan studi ini ke Eropa pada 1920-an dan akhirnya sampai di AS sekitar 1960-an.
Sistem Eneagram (dibaca eni-e-grem) digambarkan dengan suatu lingkaran yang berisi sebentuk bintang bertitik sembilan. Dalam bahasa Yunani, Ennea adalah angka sembilan dan gram adalah sebuah gambar. Jadi, Eneagram berarti "sebuah gambar bertitik sembilan".

Eneagram mengajarkan bahwa di awal kehidupan, kita belajar untuk merasa aman dan untuk menghadapi kondisi dalam suatu keluarga dan keadaan diri sendiri dengan mengembangkan suatu strategi yang didasari talenta dan kemampuan alamiah kita.

Dengan memanfaatkanya, kita dapat lebih memahami orang lain dan mempelajari sejumlah alternatif dalam pola perilaku kita sendiri. Kita terbebas dari strategi pengatasan masalah yang usang dan mulai memandang kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.

Orang-orang yang setipe memiliki motivasi dasar yang sama dan memandang dunia ini dengan cara yang pada dasarnya serupa. Sejumlah variasi dalam masing-masing tipe bersumber dari faktor-faktor dari semacam kedewasaan, tipe orang tua, urutan kelahiran, nilai budaya dan karakter-karakter bawaan seperti introvert atau ekstrovert secara alamiah.

Dengan mempelajari Eneagram, Anda dapat mulai menggolongkan orang yang anda kenal ke dalam tipe tertentu. Namun, kami sangat menyarankan agar anda menyimpan saja terkaan itu untuk diri Anda sendiri da tetap berpikiran terbuka. Penentuan tipe seseorang secara akurat adalah penting dan mesti dilakukan oleh tiap orang sesuai persepsi internalnya sendiri.


Mengitari Eneagram
1. Gambar Eneagram
Sembila titik yang mengelilingi lingkaran dipecah menjadi suatu segitiga dan suatu bentuk bertitik enam

2. Panah
Tiap titik pada Eneagram berhubungan dengan 2 titik lainnya. Dua titik atau tipe ini disebut PANAH. Saat dalam kondisi rileks, Anda mengambil sisi positif dari nomor yang berhubungan dengan nomor Anda dengan urutan 1-7-5-8-2-4-1 dan 3-6-9-3. Satu ke tujuh, tujuh ke lima, dan seterusnya. Jika sedang tertekan, arahnya terbalik: Tipe satu mengambil karakter negatif dari Tipe 4, Tipe empat dari tipe 2 dan seterusnya. Panah disini merupakan alat dinamis bagi pertumbuhan pribadi. 

3. Sayap
Kepribadian Anda bisa saja bercampur dengan atau dipengaruhi tipe-tipe di kanan dan kiri Anda.

Gambaran Ringkas Kesembilan Tipe

1. Tipe 1 : Perfeksionis

 
realistis, penuh pertimbangan dan memegang prinsip. Mereka berusaha menjalani hidup dengan standar ideal yang tinggi


2. Tipe 2 : Penolong


hangat, peduli, mengasuh dan peka terhadap kebutuhan orang lain
3. Tipe 3 : Pengejar Prestasi


energik, optimis, percaya diri dan berorientasi tujuan


4. Tipe 4 : Romantis


memiliki  perasaan yang peka, pribadi yang hangat dan pengertian



5. Tipe 5 :  Pengamat


memiliki suatu kebutuhan akan pengetahuan dan pribadi yang introvert, penuh rasa ingin tahu, analitis dan berwawasan



6. Tipe 6 :  Pencemas


bertanggung jawab, bisa dipercaya dan menjunjung tinggi kesetiaan pada keluarga, teman, kelompok dan alasan-alasan. Kisaran kepribadian ini cukup luas dan mulai menarik diri dan kaku hingga berani mengungkapkan pikirannya dan melawan
7. Tipe 7 : Petualang


energik, penuh vitalitas dan optimis. Orang-orang bertipe ini ingin memberi sumbangsih pada dunia

8. Tipe 8 : Pejuang


terus terang, mengandalkan diri sendiri, percaya diri dan protektif



9. Tipe 9 : Pendamai


mudah menerima, suka menyenangkan orang lain, dan mendukung. Pribadi semacam ini mencoba menyatu dnegan orang lain dan lingkungan sekitarnya.


Daftar Pustaka
Baron, Renee. Wagele, Elizabeth. 2008. Eneagram : Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia dengan Lebih Asyik. Jakarta : PT Ikrar Mandiriabadi

Monday, December 27, 2010

- - -

2 comments
mungkin selama ini saya diam,
tak ingin banyak berkomentar atas apa yang ada,
tolong berikan sedikit jawaban dari semua yang terjadi,
agar saya bisa sedikit lega.

diam membuat saya untuk selalu menganalisa semuanya,
untuk selalu mencoba mengerti, memahami arti hidup,
coba untuk mengerti bagaimana saya bila ada di posisi anda, posisi orang lain,
tolong berikan sedikit waktu untukku agar semua ini bisa masuk ke dalam logikaku,
dan juga jelaskan apa yang telah terjadi selama ini
agar tiada salah persepsi di antara kita berdua

Saturday, December 25, 2010

MEMBERI BUKAN MEMINTA

0 comments
Oleh Dr A Ilyas Ismail ****************

Memberi (giving) sesungguhnya merupakan pangkal kebahagiaan.
Sebaliknya, meminta atau menuntut (getting) merupakan sumber keresahan. Kalau kita memberi, kita akan merasa lega dan gembira, sedangkan kalau kita menuntut, apalagi jika tuntutannya besar dan tak dipenuhi, kita akan merasa jengkel dan kecewa. Itu sebabnya agama(Islam) menyuruh kita agar memberi bukan meminta.

Memberi merupakan sunnatullah dan watak dari
alam semesta. Perhatikan, misalnya, matahari, bumi, tumbuh-tumbuhan, sungai, dan lautan; mereka semuanya hanya memberi, tak pernah meminta apa pun dari kita. Allah SWT sendiri adalah Tuhan Yang Maha Pemberi. "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Tuhan Maha pemberi." (QS Ali Imran [3]: 8).

Hukum
memberi (the law of giving) ini mengajarkan kepada kita paling tidak tiga hal.

Pertama, apa yang kita tanam, itu pulalah yang kita tuai. "Man zara'a
Hashada," kata pepatah Arab. Benar sepenuhnya, adagium lama yang menyatakan, "Siapa menabur angin, ia akan menuai badai." Ini merupakan ketetapan Allah (sunnatullah) yang tidak akan pernah berubah.

Kedua, kalau kita memberi (giving), pasti kita akan mendapat
(getting). Diakui, manusia sering berpikir pendek dan terjebak pada logika materialisme sempit, yang seolah-olah kalau kita memberi, ada sesuatu yang hilang dari kita. Hal yang sebenarnya tidaklah demikian. Apa yang kita berikan tidak pernah hilang. Ada semacam kekekalan energi di situ. "Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal." (QS Al-Nahl [16]: 96).

Ketiga, kita perlu membudayakan kebiasaan memberi bukan meminta.
Memberi dahulu, baru kemudian kita mendapat. Ungkapan take and give(mendapat dan lalu memberi) yang populer dalam masyarakat kita, mungkin perlu diganti dengan ungkapan, "give and receive" (memberi dan lalu mendapat).

Apa yang kita berikan tidak selamanya berarti harta dan kekayaan kita
(fisik-material). Kita bisa memberikan hal-hal lain yang kita miliki, misalnya tenaga, pikiran, ide dan gagasan, serta doa, atau memberikan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Pemberian dalam bentuk yang terakhir ini, menurut penyair Khalil Gibran, justru merupakan pemberian yang sungguh besar dan penuh makna.

Memberi tak boleh dilakukan karena pertimbangan bisnis (QS
  Al-Muddatstsir [74]: 6), tetapi karena pertimbangan kebaikan (QS Ali Imran [3]: 92). Memberi juga bukan solusi menang menang (win-win solution), melainkan jalan keluar menuju kebesaran (greatness) dan kebahagiaan (happiness) abadi di dunia dan akhirat. Wallahu a'lam.

Dimuat di Republika Edisi 23 Desember 2010

Red: Siwi Tri Puji B


http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/12/23/154131-hikmah-hari-ini-memberi-bukan-meminta

Saturday, December 18, 2010

taken from Mr. Mario Teguh

0 comments
Janganlah kau letihkan dirimu
dengan perburuan tak pasti untuk
menemukan cinta yang sempurna.

Kesadaran mu yang dimabukkan
......oleh lamunan cinta itu, akan semakin
terasing dari kenyataan hidup.

Ketahuilah …

Keindahan cinta hanya hinggap di hatimu,
jika engkau mencintai dia yang mencintaimu.

Janganlah berletih-hati
mencari yang terbaik untuk kau cintai.

Jadilah yang terbaik bagi yang mencintaimu.

Mario Teguh

Wednesday, December 15, 2010

aku dan bang Upit

4 comments
Abangku yang satu ini emang gak bisa diajak ngobrol, tapi seengaknya ia tau apa yang sedang saya rasakan sehingga ia tau bagaimana ia harus bersikap *maksudnya? Yah, ini abang emang Te-Oo-Pe Be-Ge-Te (haha :D). Dia emang gak bisa bernafas, gak bia ngomong, gak bisa dengerin. Kerjaan dia cuman tau kapan ia haus, kapan waktunya kudu menuhin rasa hausnya itu, kalo misalnya uda mulai pegel-pegel, keseleo, atau ada yang cekot-cekot dikit, maka aku harus peka dengan perasaan itu. Kalo enggak dia akan ngambek, dan tentu saja saya yang rugi. Rugi secara finansial, tenaga, jiwa, dan raga :p


Sebenernya sapa sih Abang Upit? Kok keknya penting banget gituuu. Haha. 

Let's cekidot!! :D






Here is Abang Upit tercintaa




gagahnya si abang :D (tampak depan)


si abang abis MotoSpa (wkwkwk) --> KINCLONG

Keinget hampir 4 tahun yang lalu, saat saya bener2 terpuruk karena suatu masalah, yang hampir membuatku bener2 depresi (alay -_-), dia datang ke dalam hidupku (hiperbola >,<). Gak tau kenapa, mungkin orang tuaku tau saya lagi ada di jurang depresi, akhirnya datanglah si Abang :D


Abang Upit ini emang selalu menemani saya kemanapun saya pergi. Mau survey buat PENMAS, ya wes tak bawa ke sana, padahal pada waktu itu saya survey sampe jam 10 malam (rumahku deket sama tempat PENMAS jadi 'santaaaiiiiiiiii'), survey buat Nursing Camp sampe ke Coban Pelangi, wiwww, ke Batu uda gak  bisa keitung lagi berapa kali si abang saya aku ajak ke sana. 

Mau saya ajak melancong melewati sawah2 yang hijau di daerah Tasikmadu ketika saya sedang mengalami bad mood parah. Gak tau kenapa saya suka banget pulang lewat Tasikmadu, selain emang pemandangannya yang bagus, jalannya yang enggak macet (kecuali kalo jam-jam sekolah, pasti macet @.@)

suka banget sama langitnya :)

latarnya iku, gunung apa ya? ak gak ngerti :p


another view :))


ijo seger :)


jalannya naek turun


 wuzzzz, i love this road :-*



Walaupun seperti itu, kadang saya merasa bersalah banget ke abang. Kadang saya males buat mandiin T.T
Kadang saya lupa kapan ya si abang ganti oli terakhir, kapan waktu terakhir 'dipijet' sama mas Minces n mas Ateng (mas2 yang kerja di bengkel punya ibuk)


Maap banget yee abang, saya berjanji akan terus setia dengan abang, apapun yang terjadi >,< wkwkwk




(lagi2) meja kasir,
Rogonoto Timur jam 16:31

Thursday, December 2, 2010

30 Perawat Kumpul di Gedung DPR, Pamdal Merasa Kecolongan (Kamis, 02 Desember 2010 , 13:37:00 WIB)

1 comments
RMOL. Sekitar 30 perawat yang didominasi perempuan saat ini sedang berada di depan gedung Badan Legislatif DPR, Jakarta (Kamis, 2/12).

Sambil berdiri, perwakilan perawat dari seluruh Indonesia itu membentangkan spanduk yang berisi tuntutan mereka terkait penggodokan Rancangan Undang Undang Keperawatan.

Kelima tuntutan itu adalah petama, RUU Keperawatan melindungi masyarakat; kedua, RUU Keperawatan memberikan pelayanan yang berkulitas; Ketiga, RUU Keperawatan menyejajarkan NKRI dengan negara lain.

Sedangkan dua tuntutan yang tersisa adalah permohonan kepada anggota Baleg untuk memprioritaskan RUU Keperawatan masuk ke dalam Prolegnas 2011 dan meminta anggota Baleg menggunakan hati nurani dalam mengambil keputusan soal RUU Keperawatan itu.

Petugas pengaman dalam DPR sepertinya kecolongan dengan aksi sekitar 30 orang perawat itu. Pasalnya, hal itu terungkap dari ekspresi seorang Pamdal setelah melihat anggota perawat itu membentangakan spanduk. "Yah, kita kecolongan," ujar dia.

Meski merasa kecolongan, Pamdal tidak meminta anggota perawat untuk membubarkan diri. Pasalnya, dalam aksi itu anggota perawat itu hanya berdiam diri tanpa ada pekik seperti laiknya demonstrasi.

Namun, setelah perwakilan mereka berhasil meyakinkan Baleg menerima dan bersedia melakukan audiensi, anggota perawat itu pun berteriak, "Hidup perawat." [zul]



Wednesday, December 1, 2010

Teori Baru Lahirnya Jagat Raya

2 comments
Jagat raya tidak ada asal muasalnya. Big Bang merupakan awal dari aeon sebelumnya.

VIVAnews - Seorang kosmolog utama Oxford University menyatakan bahwa ia berhasil mengamati efek kosmik dari sebuah kejadian yang mendahului Big Bang.
Roger Penrose, kosmolog itu menyebutkan, saat mengamati radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik, ia menemukan gema dari kejadian-kejadian sebelum Big Bang. Berarti, Big Bang bukanlah awal terciptanya jagat raya seperti yang diyakini saat ini.
Penrose menyebutkan, ada lubang hitam yang hadir sebelum Big Bang dan telah meninggalkan pengaruh yang bisa diamati di alam raya kita. Bentuknya seperti lingkaran konsentrik di sekitar kluster galaksi di mana di dalamnya terdapat variasi temperatur yang rendah.

"Pemikiran bahwa jagat raya dimulai dari sebuah dentuman dahsyat yang disebut Big Bang dan kemudian meluas setelahnya merupakan pemikiran yang salah," kata Penrose, seperti dikutip dari BBC, 1 Desember 2010.
Untuk mengganti teori itu, ia mengemukakan teori yang disebut Conformal Cyclic Cosmology. Pada teori barunya ini, tidak ada asal muasal jagat raya dan ia mengklaim telah memiliki sejumlah data yang mendukung teorinya tersebut.

“Analisis dari Wilkinson Microwave Background Probe (WMAP) yang menganalisa latar belakang gelombang mikro kosmik pada peta selama 7 tahun telah mengungkapkan lingkaran konsentrik,” kata Penrose,

Lingkaran ini, kata Penrose, telah dikonfirmasi keberadaannya setelah analisis yang sama diterapkan pada data dari BOOMERanG98, yang mengeliminasi kemungkinan adanya penyebab instrumental terhadap efek tersebut.
“Prediksi observatorial ini tidak bisa dijelaskan dengan mudah menggunakan standar komsologi inflationary yang ada saat ini,” ucap Penrose.

Penrose menyebutkan, lingkaran itu terbentuk akibat sejumlah gelombang yang merepresentasikan kejadian-kejadian yang mendahului Big Bang.

“Dalam skema yang saya tawarkan, terdapat ekspansi eksponensial akan tetapi itu bukan aeon (masa yang berabad-abad lamanya) kita,” kata Penrose. “Saya berani menyatakan bahwa aeon ini merupakan penerus dari kejadian sebelumnya, di mana masa depan dari aeon sebelumnya merupakan Big Bang di aeon kita,” ucapnya.

http://teknologi.vivanews.com/news/read/191526-teori-baru-lahirnya-jagat-raya

Monday, November 22, 2010

DI BELAKANG SETIAP PRIA HEBAT SELALU ADA WANITA YANG HEBAT

2 comments
Thomas wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Institute Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, ia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata. “Asyik sekalli mengobrol denganmu.”

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal dengan lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira 1 tahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombongkan diri. “Kalau kau menikah dengannya, kau akan menjadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur  utama.”

“Sayangku,” jawab istrinya, “kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan akan menjadi petugas pompa bensin”

The best of bits & pieces

taken from Chicken Soup for Couple Soul

STILL

0 comments
Amarah itu mematikan hati.
Dan melukai.
Menutup maaf.
Dan menciptakan benci.


first cut is the deepest


CINTA BISA DITANAM, DISEMAI, DIPUPUK, DAN TERUS DIUSAHAKAN UNTUK TUMBUH.


KARENA HATI ITU FLEKSIBEL! 
TIDAK MUTLAK! 





taken from novel "STILL" karya Esti Kinasih,
dengan beberapa pengubahan

simple

0 comments
merindukan beberapa bagian dirimu yang sekarang mungkin sulit kutemui lagi
harus terbiasa dengan ini semua

YES, I CAN DO IT!

Thursday, November 11, 2010

gejeisasiiiiiiii

4 comments
ketika ingin kuraih tanganmu,,,
entah mengapa tanganmu begitu jauh untuk bisa ku raih....

ketika kondisi sedang terpuruk,,,
engkau berada di sini.....
menguatkanku...

ketika engkau ucapkan kata-kata manis itu....
terbuai....

ketika kau sudah tak ucapkan kata-kata itu.......
rindu sekali rasanyaaaa.........

ketika ingin kupanggil namamu,,,,,
entah mengapa begitu kelu lidah ini.......

ketika sudah tak kuasa untuk menatapmu sekali lagi.........
akan segera pergi jauh dari matamu..........

ketika lain nama yang terucap........
ingin rasanya pergi dari tempat itu sekarang jugaaa......



gejeisasi!! >,<
10 November 2010 pukul 20.03
Ruang tengah rumahku tercinta

Tuesday, November 9, 2010

KOPASUS oh KOPASUS

0 comments
copast dari salah satu sahabat saya di SMA. Cerita di bawah ini adalah sedikit cuplikan dari rangkaian episode kehidupan saya di bangku abu-abu putih. Hmm, masa yang begitu indah bagi saya. Ditilik dari berbagai sisi. Ada kala suatu kejadian yang begitu menyakitkan bagi saya, tapi juga ada episode bahagia di dalamnya. Akan tetapi yang di bawah ini, adalah ketika saya sedang duduk di kelas KOPASUS alias XII IA 1. Cekidot yak! :D :D :D 



ada beberapa benda yang mungkin akan mengingatkan kita akan indahnya masa SMA,terutama di Kopasus..
mari kita coba ingat2 :

kursi:hal fundamental di kelas yg sering menjadi rebutan

meja:tempat mengkreasikan ekspresi seni dan taktik licik saat ulangan

pulpen:alat untuk silaturahmi dengan teman(nyilih)

papan tulis:sesuatu yg seharusnya menjadi 'center of attention' di kelas,syg sering kalah populer dengan benda2 lainnya

kapur tulis:peninggalan teknologi masa lalu yg masih digunakan oleh guru saat saat mengajar murid,ato murid saat mengerjai murid lainnya

jurnal absensi:properti utk silaturahmi dgn guru2 di ruang piket

pintu kelas:center of attention saat jam2 terakhir di kelas

dan...





jendela kelas: juara dalam hal mengalihkan perhatian siswa dari jam pelajaran yg tengah berlangsung.livetime television lgsg di kelas anda,menghadirkan panorama luar biasa yg tidak akan anda temukan di rumah.menghadirkan drama masa putih-abu2 yg sangat menyentuh.menampilkan keindahan alam dengan detil yg nyata...

*sya sgt merindukan masa2 SMA,jg tmn2 yg meramaikan hari2 sy pd masa2 itu.. :D


Luv u all guys. Kapan2 rujakan lagi kek dulu yak. Luv u all so much :-*

Saturday, October 23, 2010

BERAPA RUPIAH YANG SUDAH DIKELUARKAN?!

2 comments

Sebelumnya saya belum pernah terlintas di benak saya. Sekalipun! Mungkin ini sudah menjadi peringatan bagi saya untuk selalu mengingat bahwa masih banyak sekali teman2 yang berada di bawah saya secara finansial (Mungkin. Alhamdulillah. Ini bukan milik saya ataupun orang tua saya. Akan tetapi ini adalah titipan yang diberikan Allah kepada keluarga saya). Sekaligus pula sebagai bahan refleksi diri untuk selalu tak lupa mengucap syukur kepada Allah SWT. Mungkin selama ini saya terlampau bahagia dengan kehidupan di dunia ini, tapi dengan adanya pemikiran seperti ini semoga selalu mengingatkan saya kepada yang Di-Atas. Semakin memperbaiki kehidupan iman saya sehingga saya bisa lebih sukses dunia akhirat. Tentunya bukan untuk saya saja. Namun, kepada temen2 yang membaca tulisan saya walaupun hanya sekilas.
Mungkin bisa kita mulai cerita ini. Tiap harinya kalau saya ngampus, saya selalu mengendarai motor (ingat ya, bukan bawa! Kalau bawa, bisa dibayangkan betapa kuat dan perkasanya saya :D hehehe). Tak jauh dari rumah saya, tapi masih dalam area singosari, ketika saya sedang entah mengapa, tiba-tiba timbul pemikiran seperti ini: BAJU YANG SAYA KENAKAN BERAPA RUPIAH YA? KALO ROKNYA?? JILBABNYA? CIPUT? LALU JAKETNYA? BELUM LAGI YANG DALEM (MAAF)? EH, ADA YANG LUPA, SEPATU SAYA? KAOS KAKI? Wah wah wah. Banyak sekali.
Kalau mungkin kita kalkulasikan:
Baju: Rp. 50.000,00
Rok: Rp. 60.000,00
Jilbab: Rp. 12.000,00
Ciput: Rp. 3.000,00
Jaket kelas: Rp. 100.000
Sepatu: Rp. 50.000,00
Kaos kaki: Rp. 5.000,00
Kalo ditotal ada Rp. 280.000,00. Masya allah, banyak sekali. Itu masih benar-benar hitungan kasar. Yang bisa diliat mata alias benda-benda MAKRO. Benda-benda mikro? Entah berapa banyak. Bukankah tadi saya tidak menghitung seperti bros saya kenakan. Tas beserta isinya. Ataupun mungkin bensin yang berada di dalam mesin motor saya. Subhanallah.
Apa yang bisa kita simpulkan disini?
1.    Bahwa apa yang kita kenakan, melekat di bada kita, apa yang kita gunakan, apa yang kita kendarai, dsb adalah titipan Allah yang diberikan melalui jalur orang tua kita tercinta. Allah pun begitu. Allah begitu sayang ke kita. Kadang kita saja yang lupa untuk sayang kepada Allah (saya salah satunya T.T Astagfirullah L). Mungkin kita juga lupa untuk bersedekah sesama, ini saatnya kita untuk saling mengingatkan agar bersedekah. Karena kalau ditilik dari nilai rupaih yang tadi kita bicarakan, pastinya akan ada beberapa uang dimana itu adalah hak dari kaum dhuafa. Semangat teman2! ^^v
2.    Kembali lagi, apa yang ada sekarang adalah SALAH SATU bentuk kasih sayang orang tua kepada kita, sebagai putra-putrinya. Tidaklah mungkin orang tua tidak akan memfasilitasi kita dalam menempuh ilmu sedemikian panjang. Sekecil apapun bentuknya, mungkin tak kasat mata, itu adalah bentuk kasih sayangnya yang pastinya takkan pernah lekang oleh waktu. Yuk, kita sama-sama saling mengingatkan betapa sayangnya orang tua, ayah ibuk, bapak ibuk, mama papa, mami papi atau apapun sebutannya, kepada kita. Pastinya kita tidak bisa mengembalikan apapun yang sudah beliau berikan kepada kita. Hwaaaa. Saya jadi pengen nangis kalo denger kata ayah ibuk. T.T
Ini adalah orang tua saya, heheehe, mungkin temen2 bisa inget2 orang tua masing masing.

3.    Bahwa apapun yang kita punyai saat ini, yang kita kenakan, yang kita gunakan fasilitasnya adalah bukan milik kita, itu semua milik Allah semata.
Mungkin agak geje ya postingan saya. Hehehe. Maaf banget teman. Disini saya hanya ingin share pengalaman saya. Silakan kritik saya dan berikan saran yang membangun bagi saya dan teman-teman yang membaca ataupun tidak membaca postingan ini J apabila ada yang ingin menambahkan, monggo... mboten nopo-nopo. Hehe. Terima kasih :D 

bengkel Kharisma - Singosari
23 Oktober 2010 pukul 14.26

Friday, October 22, 2010

Ketika RUU Keperawatan di anggap tidak penting

4 comments
RUU Keperawatan yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan berada pada urutan 18 tahun 2009/2010 terancam digantikan dengan RUU Tenaga Kesehatan yang muncul secara tiba-tiba.

Rencana Badan Legislasi (Baleg) mengganti RUU Keperawatan dengan RUU Tenaga kesehatan, mendapat banyak tanggapan dari Komisi IX yang membidangi kesehatan, ada apa ini, kenapa tiba-tiba diganti, sebab RUU Keperawatan masuk program legislasi jangka menengah atau lima tahun.

Anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP, Surya Chandra Suropaty, salah seorang yang mengkritik Baleg. “Dari Fraksi PDIP menyatakan menolak jika kemudian RUU Keperawatan diganti menjadi RUU Tenaga Kesehatan".

Menurut Surya, perubahan nama RUU berdampak pada perbedaan substansinya. Ia khawatir RUU Tenaga Kesehatan tidak akan secara jelas dan spesifik mengatur soal Keperawatan. Namun begitu, Surya mempersilahkan jika pemerintah tetap ingin mengusulkan RUU soal Tenaga Kesehatan.

Menanggapi apa yang disampaikan Surya, anggota dewan dari Fraksi Golkar, Nudirman Munir, juga angkat bicara. Menurutnya, ada kejanggalan ketika sebuah RUU berubah nama dan sudah dibawa ke sidang paripurna, ternyata masih mendapat pertentangan dari komisi yang terkait dalam pembahasan RUU tersebut. “Agak aneh jika usulan yang disampaikan Baleg, ternyata masih mendapat pertentangan dari Komisi IX,” ujarnya.

Menurut Anggota DPR asal Sumatera Utara yang juga Anggota komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Ansory Siregar meminta pimpinan DPR RI untuk tidak mengesahkan akan dibuangnya RUU Keperawatan pada perubahan Prolegnas 2010 yang diganti dengan RUU Tenaga Kesehatan.

”Tindakan Baleg kurang tepat dan tidak dapat dibenarkan, ada indikasi permainan dibelakang oleh oknum. Jelas ini melecehkan hak inisiatif anggota DPR RI, karena RUU keperawatan merupakan RUU hak inisiatif anggota DPR RI sejak periode yang lalu. Atas dasar apa Baleg bersikap demikian? Kenapa tidak terlebih dahulu dibahas dengan anggota komisi IX ” ungkap ansory dengan geram.

Dikutip dari berbagai sumber

http://medianers.blogspot.com/2010/10/ketika-ruu-keperawatan-di-anggap-tidak.html

ASA DIANTARA AIR MATA

0 comments

Tidak satupun manusia bisa memilih nasibnya, tak terkecuali para ibu luar biasa yang hadir di Kick Andy dalam episode Asa Diantara Air Mata ini.  Inilah gambaran kasih sayang para ibu yang tiada batas dan tak pernah surut, meski mereka dikaruniai anak-anak yang “istimewa“.
Tersebutlah seorang ibu asal desa Manding, Saptodadi, Bantul, Jogjakarta – Ibu Tukirah. Ibu berusia 61 tahun ini sepanjang hari selama 35 tahun terakhir hidupnya, ia habiskan untuk mengurus tiga orang anaknya yaitu, Eko Nurohmat (35 tahun), Dwi Nurbintarti (32 tahun) dan Chairul Samsuri (29 tahun) yang terlahir dalam keadaan cacat fisik dan keterbelakangan mental.

Mereka sangat tergantung dengan Tukirah mulai dari makan, minum, berpakaian, mandi, dan hal-hal pribadi lainnya karena mereka tidak bisa melakukannya sendiri, dan mereka hanya mampu berbaring di atas tikar lusuh sepanjang hari, tapi Tukirah tidak pernah menyesali apalagi menelantarkan anak-anaknya. Baginya kehidupan mereka adalah segalanya, bahkan hampir-hampir ia tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.

Tukirah bukan tidak berusaha untuk mencari kesembuhan bagi ketiga anaknya. Ia bahkan pernah membawa anaknya berobat ke berbagai tempat namun tidak kunjung sembuh hingga akhirnya ia pasrah menghadapi semuanya. Bahkan saat ia hamil anak ketiga, ia sempat kontrol ke dokter sejak hamil, lahir sampai saat penimbangan. Ia juga pernah membawa anak ketiganya tersebut ikut terapi selama 2 tahun namun tidak membuahkan hasil.

Tukirah kini sudah berusia 60 tahun, rambutnya sudah mulai memutih, tenaganya pun sudah mulai berkurang, penyakit gula darah, darah tinggi dan jantung sudah hinggap di dirinya. Terkadang jika ia sudah tidak kuat lagi dan harus berisitirahat, ia hanya bisa tidur sebentar. Sebelum akhirnya kembali mengurus anak-anaknya.

Sejak suaminya - Sandiman, pensiun dari mengajar di SMP Negeri 1 Sewon, tahun 2004, barulah membantu Tukirah mencuci. Diakui Tukirah, suaminya memang tidak setelaten dirinya. Hingga kini mereka hanya menggantungkan hidup dari uang pensiunan tersebut. Tukirah terkadang mengaku sedih jika anaknya minta uang jajan tetapi ia tidak bisa memberikannya. Karena menurut Tukirah anak-anaknya tidak pernah meminta apa-apa dari dirinya.

Setiap malam menjelang tidur, Tukirah membayangkan siapa yang akan merawat anak-anaknya kelak jika ia meninggal. Sering dia bertanya, "Apakah saya berdosa jika saya meminta kepada Yang Kuasa agar anak-anak saya meninggal lebih dahulu dibanding saya". Dia mengkhawatirkan hal ini, karena tidak ada orang yang mampu merawat anak-anaknya seperti ibunya sendiri. Pernah suatu kali, Tukirah pergi ke pasar dan menitipkan anaknya ke saudaranya ternyata ketika pulang, anaknya yang bungsu mengalami patah kaki. Tukirah pun menjadi sedih, ia tidak menyalahkan siapa pun hanya saja ia mengaku menjadi lebih berhati-hati jika harus menitipkan anak- anaknya. Bahkan saat diundang ke Kick Andy, Tukirah baru bersedia asalkan suaminya tetap tinggal di rumah menjaga ketiga buah hati mereka.

Tamu Kick Andy berikutnya adalah Ibu Sadiah yang memiliki 8 orang anak dari pernikahannya dengan (Alm) Amin Pupu. Namun 5 dari 8 orang anaknya menderita kelumpuhan. Sadiah sendiri mengalami hal yang sama. Ia juga mengalami pelemahan otot secara bertahap sejak kelahiran anak bungsunya. Hingga akhirnya sejak 3 bulan yang lalu ia mengalami kelumpuhan total. Sadiah dan anak-anaknya tinggal di rumah sederhana di atas tanah warisan suaminya di Kampung Warung Poncol, Desa Duren Mekar, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Anak pertamanya, Marpuah, mulai mengalami pelemahan otot di usia 12 tahun. Dan akhirnya lumpuh total saat  berusia 40 tahun. Begitupun dengan keempat adik-adiknya, Suryadi, Hoirudin, Tabroni dan Nyai. Mereka semua mengalami pelemahan otot secara bertahap hingga akhirnya lumpuh total. Sedangkan ketiga adiknya yang lain, dua normal yaitu Sape’i dan Pendi, sedangkan Holid walaupun masih bisa berjalan tetapi kini juga mulai mengalami pelemahan otot.

Karena penyakit yang dideritanya, hampir semua anak Sadiah tidak lulus SD. Hanya Sape’i yang mengenyam pendidikan sampai SMP. Dan Pendi menjadi satu-satunya anak Sadiah yang sukses menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar diploma. Sape’i sekarang sudah menikah dan memiliki 3 orang anak yang normal dan bekerja sebagai pembersih kolam di padang golf. Pendi bekerja sebagai pegawai kontrak di daerah Fatmawati. Sedangkan Holid sendiri sehari-hari bertugas menjaga warung milik mereka.

Menurut Sadiah, keadaan keluarganya sudah lebih baik semenjak media memberitakan tentang keadaan keluarganya sekitar 5 tahun yang lalu. Sebelumnya, suaminya terpaksa harus menjual tanah warisannya sedikit demi sedikit untuk membiayai kehiudpan mereka. Almarhum suaminya sendiri, Amin Pupu, hanya seorang petani. Praktis untuk membiayai kehidupan mereka saat itu, Amin Pupu harus berjuang sendiri dibantu oleh kedua anaknya yang normal yaitu Sape’i dan Pendi.

Sadiah mengaku ia dan suaminya tidak ada saudara kandung, orangtua, atau kakek neneknya yang menderita kelumpuhan, sebagaimana yang dialami Saidiyah dan lima anaknya. Begitu pun yang terjadi pada Suryadi. Anak keduanya itu tiba-tiba jatuh dan kakinya lemas tidak bisa menopang tubuhnya. Karena takut bernasib seperti Marpuah yang saat itu sudah terserang lumpuh, saat itu suaminya membawa Suryadi berobat ke dokter. Suryadi sempat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati selama lebih kurang tiga bulan. Karena tidak ada perubahan, akhirnya Suryadi di bawa pulang. Karena tidak mempunyai biaya lagi, Sadiah dan suaminya tidak membawa anak-anaknya yang lain ke rumah sakit. Sadiah pernah mendapat bantuan pengobatan gratis dari Hembing namun karena tidak ada perubahan akhirnya tidak diteruskan.
Setelah Marpuah dan Suryadi lumpuh, penyakit itu memang kemudian berturut-turut menyerang Sadiah, Hoirudin, Tabroni, Holid, dan Nyai. Sadiah tidak ingat berapa selang waktu penyakit itu menyerang anak-anaknya. Yang Sadiah ingat, kelumpuhan itu datang setelah masing-masing anaknya masuk SD. Anaknya yang bungsu, Nyai mulai terserang gejalanya ketika sudah kelas empat SD. Karena jalannya jadi cacat, Nyai akhirnya berhenti sekolah. Semua anaknya yang menjadi lumpuh tidak ada yang tamat SD.

Suaminya, (Alm) Amin Pupu meninggal 1,5 tahun yang lalu akibat penyakit paru-paru yang dideritanya. Sekarang ini mereka hidup dari bantuan beberapa orang yang bersimpati dengan kehidupan mereka. Untuk kebutuhan sehari-hari, kedua anaknya yang normal, Sape’i dan Pendi ikut membantu memenuhi kebutuhan hidup ibu dan saudara-saudaranya. Sedangkan kelima anaknya yang lumpuh biasanya membantu kegiatan rumah tangga seperti, memasak, mencuci dan bersih-bersih.

Keterbatasan jarak dan biaya tak dihiraukan oleh ibu dengan enam anak ini - Petronela Weheb, seorang ibu yang gigih memperjuangkan kesembuhan ketiga anaknya yang divonis dystrophy muscular progressiva, kelainan otot yang menyebabkan ketiga buah hatinya itu menjadi sulit berjalan. Ibu Petronela berasal dari Maluku Barat Daya. Ia datang ke Jakarta awal tahun 2010 demi mencari kesembuhan bagi ketiga anaknya. Di Jakarta, ia tinggal dirumah kontrakan berukuran 2,5 x 6 meter di daerah Jakarta Timur bersama ketiga anaknya yang lumpuh yaitu Mestenom Weheb (27) dan Samuel Weheb (21), dan Heri Paulus (10 tahun) dan anak bungsunya yang terlahir normal dan berusia 6 tahun. Pada pertengahan bulan Juni, suaminya Lukas Weheb menyusul dirinya dan keempat anaknya di Jakarta.

Hidup di Jakarta, membuatnya semakin hidup dalam kekurangan, terlebih karena ia tidak bekerja dan waktunya tersita untuk mengurus ketiga anaknya yang menjadi lumpuh. Biaya untuk makan dan mengontrak rumah ia dapatkan dari sumbangan keluarganya di Ambon.
Cobaan hidupnya bertambah ketika anak pertamanya, Meste, terkena infeksi paru-paru dan sampai pada kondisi koma, hingga perlu dilarikan ke RSCM. Bertambah miris hati Petronela saat dokter mengatakan bahwa pemeriksaan pada kaki anak2nya tidak mengupayakan hasil apapun, dokter tidak memberi saran pada kesembuhan ketiga anaknya. Kini Petronela hanya dapat berdoa dan pasrah kepada Tuhan dan berharap agar anak-anaknya dapat berjalan normal seperti anak-anak lain sehingga dapat meraih masa depan seperti yang mereka cita-citakan.

Ketika lahir, Dhea anak dari pasangan Ekawati dan Fauzy yang menikah pada tahun 1988 terlihat normal saat balit. Satu hal yang membuat Ekawati khawatir karena Dhea sangat sulit makan, dan berpikir hal ini bisa menimbulkan penyakit. Namun ternyata Dhea sehat-sehat saja.
Saat Dhea duduk dibangku SD, Ekawati sepakat bersama suaminya untuk menambah anak satu lagi. Ekawati pun kemudian melahirkan anak keduanya Dhena Celya, pada tahun 1995. Dokter yang membantu Dhena sejak awal memberitahu Ekawati dan suaminya bahwa bayi mereka menderita Down Syndrome. Ekawati sempat syok. Dunianya serasa hancur. Apapun nama kelainana yang diderita anaknya begitu menakutkan bagi dirinya dan suaminya.

Begitu tahu apa yang akan dihadapinya, Ekawati semakin syok. Air matanya tercurah sederas-derasnya, tubuhnya juga terasa lemah. Sampai akhirnya ia tiba di satu titik diaman ia merasa tidak kuat lagi menerima cobaan ini. Di saat itulah Ekawati sadar bahwa ia harus tabah. Ia harus menerima ini sebagai bentuk kasih saying dari Tuhan Yang Maha Esa (TYME). Karena Tuhan telah memilih Ekawati dan suaminya untuk memiliki anak istimewa seperti Dhena.
Sejak kelahiran Dhena otomatis waktunya banyak tersita untuk Dhena. Bahkan hal-hal kecil untuk Dhena sangat ia perhatikan. Anak pertamanya, Dhea, saat itu sudah masuk SD dan sudah mulai mandiri. Disamping itu, Ekawati juga terus berusaha untuk mencari kesembuhan untuk anak keduanya. Ekawati bahkan bolak-balik membawa Dhena ke alternatif walaupun tidak membuahkan hasil sampai Dhena berusia 2 tahun.

Cobaan kembali datang kepada Ekawati saat, anak pertamanya, Dhea, berusia 9 tahun. Ia terkejut saat melihat Dhea terbatuk-batuk dan sesak nafas. Mereka kemudian membawa Dhea ke rumah sakit. Menurut hasil pemeriksaan, Dhea menderita Anemia. Hasil laboratorium bahkan menunjukkan Hb darahnya sangat rendah hanya 3. Dokter kemudian menyatakan bahwa Dhea positif menderita tiga kebocoran ginjal. Ekawati pun kembali syok. Dokter pun memberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi Dhea. Menurut dokter, ginjal yang bocor masih bisa diobati namun bila bertambah parah bisa menjadi gagal ginjal.

Ekawati merasa terpukul, dilain pihak, Dhea, anaknya yang divonis menderita gagal ginjal terlihat sangat kuat. Sebagai salah seorang penderita gagal ginjal, Dhea ikut aktif dalam Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia (YGDI) dan ikut mengelola websitenya. Dhea bahkan sempat menjadi pembicara di depan para penderita gagal ginjal. Dhea terlihat tidak peduli dan tak mengeluh, wajahnya dari hari ke hari membulat akibat mengkonsumsi obat obat-obatan setiap harinya dan akhirnya membentuk wajah bulan.

Pada tanggal 22 September 2008, anaknya, Dhea yang mengidap gagal ginjal akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dan harus menyerah kepada sakit yang di deritanya. Sampai sekarang, Ekawati mengaku agak trauma jika anaknya sakit. Sedangkan Dhena, sekarang berusia 15 tahun dan bersekolah di SLB Assafiiyah. Ia berkembang menjadi anak yang ceria. Ia bahkan mengidolakan Choky Sitohang dan berbicara dengan bahasa gaul. Walaupun menderita down syndrome, Dhena termasuk tipe yang hiperaktif.

Sosok Masniari Siregar, adalah contoh salah satu ibu yang dengan sabar berjuang demi keberhasilan sang buah hati. Istri dari Ali Pananganan Harahap ini, dalam delapan tahun melahirkan enam anak yaitu, Barli Hakim Harahap (tuna rungu), Raja Muddin Harahap (normal), Erwin Syafruddin Harahap (tuna rungu), Rachmita Maun Harahap (tuna rungu), Linda Nora Harahap (normal), dan Ade Nurima Harahap (tuna rungu). Empat dari enam anaknya menderita tuna rungu sejak lahir, namun ibu Masniari menerima kenyataan itu dengan berbesar hati. Bahkan kecintaannya terhadap sang anak juga diwujudkannya dengan merawat cucunya seorang diri di rumah.

Kini berkat didikan Masniari dan suami, salah satu anaknya yang menderita tuna rungu, Rachmita Maun Harahap, bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang S2, dan menjadi konsultan arsitektur interior. Mita yang juga karyawan di salah satu laboratorium desain interior di Jakarta ini, sangat mensyukuri memiliki orangtua yang kerap membimbingnya meraih cita-cita. Hal ini juga dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain. Salah satunya, Erwin Syafrudin Harahap, meski tuna rungu namun ia berhasil menjadi tenaga marketing di salah satu perusahaan swasta. Dengan bimbingan orangtua, Erwin menjadi lebih percaya diri mengaktualisasikan dirinya.

JANGAN BUNUH DIRI

0 comments

Kasus bunuh diri khususnya di kalangan remaja akhir-akhir ini makin marak saja. Kadang kita tak habis mengerti. Hanya karena masalah sepele saja, para remaja itu mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Perbuatan nekat itu ternyata tidak hanya dilakukan remaja golongan menengah kebawah saja. Remaja dari kalangan menengah atas juga banyak dijumpai, walau jarang terekspose media.
Pengalaman yang memilukan mungkin yang dialami keluarga Sri Sariyah. Keluarga yang bermukim di daerah Pasar Minggu,Jakarta itu beberapa waktu lalu kehilangan anak yang sangat disayanginya yaitu Muhamad Basir. Menurut Sri, Basir adalah anak yang baik dan penurut. “Tidak pernah macam-macamlah anak saya Basir itu,” ujar Sri mengenang anaknya.

Namun bagai disambar petir ketika itu, ketika Sri dan Suaminya menemukan anaknya, Basir dalam keadaan tergantung lehernya di sebuah gerobak rokok. Basir kala itu masih bisa bernafas. Namun ketika dilarikan ke rumah sakit, menurut Sri, nyawa Basir tidak tertolong. Yang membuat Sri dan suaminya, Hadi Akbar sedih adalah, sehari sebelum ditemukan tergantung, Basir yang masih berusia 10 tahunan itu merengek minta melanjutkan sekolah. “Almarhum sering diejek teman2nya karena tidak sekolah dan anak orang miskin,” kata Sri sambil menangis. Kini Sri hanya bisa meratapi kepergian anaknya, Basir. Cita-cita Basir yang ingin menjadi Polisi hanya tinggal impian.

Kisah tragis lainnya datang dari Jambi. Wahyuningsih alias Neneng seorang siswi sebuah SMK nekat menenggak racun serangga hanya gara-gara tidak lulus ujian nasional beberapa waktu lalu. Menurut Aris, kakak kandung Neneng, adiknya waktu itu seperti biasa pergi ke sekolah. “Tidak ada yang aneh pada adik saya waktu pergi ke sekolah. Seperti biasa ia berpamitan,” jelas Aris menerangkan. Menurut rekan-rekan korban, sesampai di sekolah Neneng terlihat sedih dan terpukul karena namanya tidak tercantum di daftar kelulusan ujian nasional. Dari semua murid, ternyata hanya Neneng yang tidak lulus. Neneng yang dalam keadaan bersedih langsung pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah, Neneng langsung masuk ke kamarnya. Dan, sejak saat itu Neneng tidak terlihat keluar kamar. Aris yang merasa curiga langsung mendobrak kamar Neneng. Namun, lagi-lagi terlambat, karena Neneng sudah tak bernyawa dengan mulut penuh busa.

Korban upaya bunuh diri dan berhasil diselamatkan dialami seorang remaja dari Makassar, Nindita Widya Hutami atau biasa disapa Tami. Tidak tanggung-tanggung, Tami mengaku melakukan percobaan bunuh diri sebanyak tiga kali. Tami yang mengaku depresi karena hubungan dengan kekasihnya mendapat larangan orangtua itu nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum sejumlah obat tidur yang dicampur minuman bersoda. Nyawa Tami berhasil diselamatkan, setelah ayahnya mendobrak pintu kamar dan melarikannya ke rumah sakit. “Saya sangat menyesal jika ingat kejadian itu. Kini ia merasa hubungan dengan kedua orangtuanya semakin dekat,” ujar Tami menyesal.

Upaya bunuh diri terutama yang dilakukan remaja sebenarnya bisa dicegah. Menurut Psikolog Josephine Ratna, orangtua hendaknya lebih jeli melihat gejala atau perubahan tingkah laku anak-anaknya. Dengan melihat tanda-tanda awal, seperti sering murung, menyendiri dan sering gelisah saat tidur, menurut Josephine, orangtua bisa mengajak anaknya berdialog untuk memecahkan masalahnya.(end) 

ALOKASI MAHASISWA BARU: Pada Prinsipnya PTN Setuju, Tapi.....

0 comments
JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka mengatakan, aturan penjaringan mahasiswa baru lewat seleksi nasional perlu diperjelas. Pasalnya, ITB pun menyeleksi calon mahasiswa baru hingga ke pelosok-pelosok daerah.
Tidak terlalu banyak efeknya aturan keharusan menerima mahasiswa secara nasional minimal 60 persen.
-- Akhmaloka

”Tidak terlalu banyak efeknya aturan keharusan menerima mahasiswa secara nasional minimal 60 persen. Sebab, seleksi mahasiswa baru di ITB saat ini porsinya sudah 50:50. Artinya, 50 persen menggunakan seleksi nasional dan 50 persen lainnya menggunakan berbagai jalur seleksi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Akhmaloka, perlu dibahas lagi apakah ujian secara nasional itu cuma SNMPT atau juga lewat jalur lain. ”Bagaimana dengan penjaringan yang dibuka hingga ke pelosok-pelosok untuk menemukan penerima beasiswa bidik misi yang tepat sasaran? Pemerintah dan PTN mesti membahas lagi hal ini,” kata Akhmaloka.


Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, pengaturan penerimaan mahasiswa baru di PTN bukan intervensi. ”Kita tidak bisa mengandalkan sepenuhnya kepada PTN dalam penyediaan kursi bagi mahasiswa miskin. Jadi, harus dibuat aturan,” kata Nuh.

Alokasi minimal 20 persen kursi bagi mahasiswa miskin, menurut Nuh, dihitung dari kapasitas PTN. ”Berapa pun yang diterima ya... sudah potong 20 persen kursi untuk siswa miskin. Bukan 20 persen dari mahasiswa yang masuk dari SNMPTN,” ujar Nuh.

Dalam PP Nomor 66 Tahun 2010 sudah dijelaskan, 20 persen siswa harus diberi kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dengan diberikan bantuan biaya pendidikan dan bukan beasiswa. Pasalnya, beasiswa hanya boleh diberikan atas dasar prestasi dan bukan karena latar belakang ekonomi.

Diberitakan sebelumnya, selain mewajibkan perguruan tinggi negeri (PTN) memperbesar alokasi penerimaan mahasiswa baru lewat seleksi nasional, pemerintah juga mewajibkan perguruan tinggi negeri menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan mahasiswa miskin. Kebijakan ini dikeluarkan untuk membuka kembali akses ke perguruan tinggi negeri bagi semua orang.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (21/10/2010), mengatakan, pada prinsipnya mereka siap untuk mendukung kebijakan pemerintah. Namun, pemerintah diminta untuk berdialog lebih dalam dengan PTN karena masih ada sejumlah kebijakan yang perlu diperjelas dalam pelaksanaan di kampus. (ELN/LUK)