Sunday, October 10, 2010

SAP SADARI



 Mata Kuliah                : Community Health Nursing (CHN)
Pokok bahasan            : Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Sasaran                        : 20 orang ibu-ibu PKK
Tempat Kegiatan         : Rumah Ketua RT. 05 RW. 03 Damean Kelurahan Tamanharjo     Singosari
Hari/ Tanggal              : 3 Oktober 2010
Alokasi Waktu            : 25 menit
Pertemuan ke              : 1
Pengajar                      : Anugerah Eka Purwanti

A.      Tujuan Instruksional
Tujuan Umum:
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan konsep dan dapat mendemonstrasikan prosedur  pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara mandiri dengan benar dan tepat
Tujuan Khusus:
1.    Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
2.    Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu menguasai prosedur pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
3.    Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu mendemonstrasikan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara mandiri dengan benar dan tepat
B.       Sub Pokok Bahasan
1.         Pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
2.         Prosedur pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
C.       Kegiatan Belajar Mengajar



Tahap
Waktu
Kegiatan Mengajar
Kegiatan Peserta Didik
Metode
Media
Pendahuluan
3 menit
1.Memperkenal-kan diri, mengucapkan salam dan doa
2.Menjelaskan maksud dan tujuan pembe-lajaran.
3.Menjelaskan kontrak waktu
1.  Menjawab salam dan berdoa

2.Memperhatikan dengan seksama
 
3. Memperhatikan dengan seksama
- Ceramah


- Ceramah

- Ceramah
-



-



-
Penjelasan
15 menit
1.Menjelaskan pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
2.Memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya
3.Menjelaskan prosedur pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
4.   Mendemontrasikan SADA-RI


5.Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan materi yang belum dipa-hami
1.Memperhatikan penjelasan materi



2.    Bertanya



3.Memperhatikan simulasi SADA-RI dengan sek-sama


4.    Mendemonstrasikan SADARI de-ngan benar dan tepat
 
5.   Menanyakan materi yang belum dipahami
-   Ceramah




-Tanya jawab



-   Ceramah




-   Demontrasi


 
-Tanya jawab
-    Poster




-    Poster



-    Poster




-  Manekin da poster 
-  Manekin dan poster

Penutup
7 menit
1.Memberikan pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang telah disam-paikan
2.    Menunjuk salah satu peserta untuk memeragakan prosedur SADARI
3.    Meyimpulkan kegiatan  proses belajar-mengajar dan memberikan apresiasi kepad a peserta didik
4.    Membagikan mini pamflet

5.Mengucapkan salam penu-tup, penutupan dan doa
1.Menjawab pertanyaan yang diberikan




2.    Mendemonstrasi-kan prosedur SA-DARI


3.     Memperhatikan dengan seksama



 
4.Menerima mini pamflet untuk dibawa pulang
5.     Menjawab salam
-Tanya jawab




- Demonstrasi



-   Ceramah



 

-   Ceramah


-   Ceramah
-    




 
- Manekin


 
-     




 
-   Mini pamflet

-
D.      Evaluasi
       Kriteria Evaluasi:
a.       Evaluasi Terstruktur
-          Sebelum melakukan penyuluhan, dilakukan perijinan kepada pihak-pihak terkait seperti Ketua RT dan Ketua RW
-          Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan
-          Pelaksanaan penyuluhan sesuai yang telah dirumuskan pada SAP
-          Peserta didik hadir di tempat penyuluhan (rumah Ketua RT.05 RW.03 Damean Kelurahan Tamanharjo)
-          Jumlah peserta didik yang datang minimal 20 orang
-          Kesiapan penyuluh termasuk kesiapan modul dan media yang akan digunakan
-          Kesiapan peserta didik meliputi kesiapan menerima penyuluhan
-          Peserta diundang secara tertulis 3 hari sebelum penyuluhan dan diingatkan kembali secara lisan pada hari kesatu sebelum penyuluhan.
b.      Evaluasi Proses
-          Peserta didik antusias terhadap materi penyuluhan
-          Peserta didik tidak meninggalkan tempat penyuluhan
-          Peserta didik mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang disampaikan penyuluh
-          Peserta didik mendemonstrasikan SADARI dengan benar dan tepat
-          Penyuluh menjelaskan atau menyampaikan materi dengan jelas dan dengan suasana yang rileks.
c.       Evaluasi Hasil:
-          Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
-          Peserta didik dapat menjelaskan konsep pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
-          Peserta didik dapat mendemonstrasikan teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (SOP terlampir)
E.       Materi (terlampir)
F.        Daftar Pustaka
Smeltzer dan Bare. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Brunner Suddarth Volum 1. Jakarta: EGC



Lampiran 1

Materi Penyuluhan
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

1.             Pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Saat ini, kanker payudara menempati posisi kedua dalam angka kejadiannya sendiri dalam tataran penyakit kanker yang mematikan. Menurut Saleh (2009), organisasi penanggulangan kanker sedunia (UICC) maupun WHO memprediksi angka kejadian kanker payudara naik 80% pada tahun 2030, khususnya 70% terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, sedangkan menurut data dari Departemen Kesehatan terdapat satu penderita kanker payudara di antara 1000 penduduk di Indonesia. Diestimasikan terdapat 200.000 pasien baru kanker payudara setiap tahun, dimana sebanyak 60%-70% dari jumlah tersebut memerlukan terapi radiasi, sedangkan menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2005 kasus kanker payudara sebanyak 749 kasus (19,62%).
Karena banyak kanker payudara terdeteksi oleh wanita itu sendiri, penyuluhan pada setiap wanita diprioritaskan mengenai bagaimana dan kapan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) (Smeltzer dan Bare, 2010). SADARI yaitu pemeriksaan yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan payudara lainnya.. Tujuan utama SADARI adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik.
Ternyata 75-82% keganasan payudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri (Anonim dalam Dalimartha, 2004). Diperkirakan hanya 25%-30% wanita yang melakukan SADARI dengan baik dan teratur setiap bulannya. Wanita yang lebih muda, yang mungkin mempunyai benjolan normal pada payudara mereka, ternyata kesulitan dalam melakukan SADARI. Bahkan wanita yang melakukannya mungkin menunda mencari bantuan medis karena ketakutan, faktor ekonomi, kurang pendidikan, enggan untuk bertindak jika tidak merasa nyeri, faktor psikologis, dan kesopanan (Brunner dan Suddarth, 2001). Sehingga diharapkan dengan disosialisasikannya program SADARI ini, dapat mendeteksi secara dini penyakit kanker payudara, dengan harapan dapat ditangani secepat mungkin.
2.             Prosedur pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Langkah pertama:
a.       Berdirilah di depan cermin
b.      Periksa payudara terhadap segala sesuatu yang tidak lazim
c.       Perhatikan adanya rabas dari puting susu, keriput, dimpling, atau kulit yang mengelupas
Dua tahap berikut ini dilakukan untuk memeriksa segala perubahan dalam kontur payudara anda. Ketika anda melakukannya, anda harus mampu untuk merasakan otot-otot anda menegang.
Langkah kedua:
a.       Perhatikan dengan baik di depan cermin ketika melipat tangan di belakang kepala dan menekan tangan ke arah depan
b.      Perhatikan setiap perubahan kontur dari payudara
Langkah ketiga:
a.       Tangan ditekan dengan kuat pada pinggang dan agak membungkuk ke arah cermin sambil menarik bahu ke arah depan
b.      Perhatikan setiap perubahan pada kontur payudara
Beberapa wanita melakukan bagian pemeriksaan berikut ketika sedang mandi dengan shower. Jari-jari anda akan meluncur dengan mudah di atas kulit yang bersabun, sehingga anda dapat berkonsentrasi dan merasakan terhadap setiap perubahan di dalam payudara
Langkah keempat:
a.       Angkat lengan kiri
b.      Gunakan 3 atau 4 jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan kuat, hati-hati, dan menyeluruh
c.       Mulailah pada tepi terluar, tekan bagian datar dan jari tangan dalam lingkaran kecil, bergerak melingkar dengan lambat di sekitar payudara
d.      Secara bertahap lakukan ke arah puting susu
e.       Pastikanlah untuk melakukannya pada seluruh payudara
f.       Beri perhatian khusus pada area di antara payudara dan di bawah lengan, termasuk bagian bawah lengan itu sendiri
g.      Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit
Langkah kelima:
a.       Dengan perlahan remas puting susu dan perhatikan terhadap adanya rabas
b.      Jika rabas dikeluarkan dari puting susu selama sebulan –yang terjadi ketika sedang atau tidak melakukan SADARI- temuilah dokter
c.       Ulangi pemeriksaan pada payudara kanan
Langkah keenam:
a.       Langkah 4 dan 5 harus diulangi dengan posisi berbaring
b.      Berbaringlah mendatar telentang dengan tangan kiri di bawah kepala dan sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri (posisi ini akan mendatarkan payudara dan memudahkan untuk memeriksa)
c.       Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti diuraikan di atas
d.      Ulangi pada payudara kanan
Pilihan waktu untuk SADARI adalah antara hari ke-5 dan ke-10 dari siklus haid, dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari 1. Wanita pascamenopause dianjurkan untuk memeriksa payudaranya pada tiap hari pertama setiap bulan untuk meningkatkan rutinitas SADARI (Smeltzer dan Bare, 2001).



Lampiran 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

NO.
LANGKAH-LANGKAH
PELAKSANAAN
BENAR
SALAH
1.               
Langkah pertama:
a.       Berdirilah di depan cermin
b.      Periksa payudara terhadap segala sesuatu yang tidak lazim
c.       Perhatikan adanya rabas dari puting susu, keriput, dimpling, atau kulit yang mengelupas


2.               
Langkah kedua:
a.       Perhatikan dengan baik di depan cermin ketika melipat tangan di belakang kepala dan menekan tangan ke arah depan
b.     Perhatikan setiap perubahan kontur dari payudara


3.               
Langkah ketiga:
a.     Tangan ditekan dengan kuat pada pinggang dan agak membungkuk ke arah cermin sambil menarik bahu ke arah depan
b.     Perhatikan setiap perubahan pada kontur payudara
Beberapa wanita melakukan bagian pemeriksaan be-rikut ketika sedang mandi dengan shower. Jari-jari anda akan meluncur dengan mudah di atas kulit yang ber-sabun, sehingga anda dapat berkonsentrasi dan me-rasakan terhadap setiap perubahan di dalam payudara


4.               
Langkah keempat:
a.     Angkat lengan kiri
b.     Gunakan 3 atau 4 jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan kuat, hati-hati, dan menyeluruh
c.     Mulailah pada tepi terluar, tekan bagian datar dan jari tangan dalam lingkaran kecil, bergerak melingkar dengan lambat di sekitar payudara
d.    Secara bertahap lakukan ke arah puting susu
e.     Pastikanlah untuk melakukannya pada seluruh payudara
f.      Beri perhatian khusus pada area di antara payudara dan di bawah lengan, termasuk bagian bawah lengan itu sendiri
g.     Rasakan adanya benjolan atau massa yang tidak lazim di bawah kulit


5.               
Langkah kelima:
a.    Dengan perlahan remas puting susu dan perhatikan terhadap adanya rabas
b.    Jika rabas dikeluarkan dari puting susu selama sebulan –yang terjadi ketika sedang atau tidak melakukan SADARI- temuilah dokter
c.    Ulangi pemeriksaan pada payudara kanan


6.               
Langkah keenam:
a.    Langkah 4 dan 5 harus diulangi dengan posisi berbaring
b.    Berbaringlah mendatar telentang dengan tangan kiri di bawah kepala dan sebuah bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri (posisi ini akan mendatarkan payudara dan memudahkan untuk memeriksa)
c.    Gunakan gerakan sirkuler yang sama seperti diuraikan di atas
d.   Ulangi pada payudara kanan




NILAI =   Jumlah poin yang benar x 100% = .....  x  100%  =  ..... %
                     Jumlah semua poin                     21

INDIKATOR KEBERHASILAN =  > 80%



0 comments:

Post a Comment

silakan komen :))